Memberikan perlindungan ekonomi yang lebih baik bagi pekerja migran Indonesia

JAKARTA (Berita ILO): Pekerja migran Indonesia dan keluarga mereka perlu memiliki pemahaman yang baik tentang implikasi migrasi mereka secara finansial, termasuk dalam hal penghasilan, biaya dan deduksi yang terkait dengan penempatan dan pekerjaan mereka di luar negeri, termasuk bahaya dan kondisi yang dapat mempengaruhi hasil dari proses migrasi mereka. Karenanya, pendidikan keuangan memainkan peran penting yang memungkinkan pekerja migran dan keluarga mereka mengelola, menabung dan menginvestasikan kiriman dana selama bekerja di luar negeri.

Press release | 19 March 2012

JAKARTA (Berita ILO): Pekerja migran Indonesia dan keluarga mereka perlu memiliki pemahaman yang baik tentang implikasi migrasi mereka secara finansial, termasuk dalam hal penghasilan, biaya dan deduksi yang terkait dengan penempatan dan pekerjaan mereka di luar negeri, termasuk bahaya dan kondisi yang dapat mempengaruhi hasil dari proses migrasi mereka. Karenanya, pendidikan keuangan memainkan peran penting yang memungkinkan pekerja migran dan keluarga mereka mengelola, menabung dan menginvestasikan kiriman dana selama bekerja di luar negeri.

Sebagai upaya untuk memberikan perlindungan dan pemberdayaan yang lebih baik bagi pekerja migran domestik Indonesia, Organisasi Perburuhan Internasional (the International Labour Organization/ILO), bekerja sama dengan SmartFM Network, stasiun radio terkemuka di Jakarta, akan menyelenggarakan forum kedua mengenai pekerja migran, “Memberikan Perlindungan Ekonomi yang Lebih Baik bagi Pekerja Migran Indonesia”, pada Selasa, 20 Maret 2012, di Upper Room, Annex Building, Kompleks Wisma Nusantara, Jakarta.

Tujuan dari forum ini adalah membahas mengenai implikasi keuangan dalam proses migrasi yang dihadapi para pekerja migran Indonesia sebagai upaya untuk menghasilkan rekomendasi dan pengembangan kebijakan yang lebih baik guna memperkuat perlindungan terhadap pekerja migran dan keluarga mereka. Forum ini pun bertujuan untuk berbagi praktik-praktik terbaik dalam program pemberdayaan pekerja migran Indonesia dan keluarga mereka selama tahap reintegrasi.

Forum ini akan dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama akan menyoroti pentingnya implikasi keuangan dalam proses migrasi, khususnya mengenai biaya dan pemotongan terkait dengan penempatan dan penyaluran di luar negeri yang akan dipaparkan oleh perwakilan dari kementerian terkait. Sesi kedua akan berbagi praktik-praktik terbaik mengenai pemberdayaan pekerja migran Indonesia dan keluarga mereka setelah kembali ke rumah berdasarkan program kegiatan mata pencaharian dan kewirausahaan yang dilakukan ILO serta mitra pelaksananya.

Forum ini merupakan bagian dari serangkaian forum mengenai pekerja migran yang diselenggarakan di hari Selasa selama tiga minggu pada bulan Maret 2012. Forum pertama diselenggarakan pada 13 Maret mengenai pengembangan kebijakan terkait pekerja migrant; sementara forum terakhir akan diadakan pada 27 Maret 2012 mengenai kerentanan pekerja migrant terhadap HIV dan AIDS. Forum-forum ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran baik masyarakat maupun para pembuat kebijakan mengenai pentingnya memberikan perlindungan secara menyeluruh kepada para pekerja migran melalui strategi advokasi nasional.

Forum-forum ini diselenggarakan oleh ILO melalui Proyek Memerangi Kerja Paksa dan Perdagangan terhadap Pekerja Migran Indonesia. Didanai oleh Pemerintah Nowergia, Proyek ini bertujuan untuk memperkuat perlindungan bagi pekerja migran terhadap praktik-praktik perdagangan dan kerja paksa serta memberdayakan mereka secara keuangan melalui pemberian alternatif keuangan lain terhadap kondisi kerja dan praktik migrasi berbahaya di luar negeri.

Forum ini akan dihadiri sekitar 75 perwakilan dari pemerintah, serikat pekerja, organisasi pengusaha, akademisi, lembaga swadaya masyarakat dan media massa.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Albert Y. Bonasahat
Koordinator Program ILO untuk Pekerja Migran
Tel.: +6221 3913112 ext. 125
Email

Gita Lingga
Humas
Tel.: +6221 3913112 ext. 115
Email