Memberdayakan Mantan Pekerja Anak Lewat Pelatihan Kejuruan

Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) melalui Program Penghapusan Pekerjaan untuk Anak (IPEC) menggelar hari kelulusan bagi bekas pekerja anak yang lulus dari pelatihan kejuruan teknik-teknik menjahit pada Sabtu, 12 Maret 2011, di International Garment Training Centre (IGTC) di Bogor, Jawa Barat.

Press release | 11 March 2011

JAKARTA (Berita ILO): Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) melalui Program Penghapusan Pekerjaan untuk Anak (IPEC) menggelar hari kelulusan bagi bekas pekerja anak yang lulus dari pelatihan kejuruan teknik-teknik menjahit pada Sabtu, 12 Maret 2011, di International Garment Training Centre (IGTC) di Bogor, Jawa Barat.

Dari 31 mantan pekerja anak dan anak yang berisiko yang dilatih selama enam minggu dari 1 Februari hingga 12 Maret, 26 anak lulus dengan memuaskan. Hari kelulusan ini juga menandai penyelenggaran kelompok pelatihan kedua yang akan diikuti 57 mantan pekerja anak selama enam minggu dari 14 Maret hingga 29 April.

Salah seorang lulusan, Pemi, mantan pekerja anak berusia 16 tahun, mengatakan bahwa mendapatkan pendidikan selalu menjadi impiannya. “Saya hanya lulus dari sekolah dasar karena keluarga saya tidak mampu mengirimkan saya ke sekolah menengah. Setelah lulus dari kursus ini, saya ingin menjadi desainer,” kata dia.

Pelatihan-pelatihan kejuruan ini diselenggarakan bersama dengan IGTC yang sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam memberikan pelatihan sejenis. Pelatihan-pelatihan ini bertujuan memberikan para siswa teknik-teknik dasar menjahit bagi industri garmen yang berorietansi ekspor. Tekstil dan garmen merupakan penyumbang terbesar bagi industri expor Indonesia. Pada 2008, nilai ekspor mencapai 10 milyar dolar dan industri ini merupakan industri kedua terbesar dengan jumlah pekerja mencapai lebih dari 1,5 juta orang.

Peter van Rooij, Direktur ILO di Indonesia, mengatakan pentingnya pelatihan kejuruan juga tertuang di dalam Konvensi ILO 182 tentang Pelarangan dan Penghapusan Bentuk-bentuk Terburuk Pekerjaan untuk Anak, yang telah diratifikasi Indonesia. “Pelatihan kejuruan bagi mantan pekerja anak dan anak-anak yang berisiko merupakan bagian penting dalam proses pengintegrasian anak-anak ini kembali ke dalam masyarakat, dengan membantu mereka dalam hal pendidikan dan keterampilan kerja. Keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini pun dapat memberdayakan mereka agar terlindung dari jenis pekerjaan yang berbahaya,” kata dia.

Pelatihan-pelatihan kejuruan ini juga dilengkapi dengan pendidikan kecakapan hidup menggunakan Perangkat Pelatihan ILO berjudul Pemberdayaan untuk Anak-anak, Remaja dan Keluarga: Hak-hak, Tanggung Jawab dan Perwakilan – atau disingkat 3-R Trainers’ Kit. Perangkat ini dikembangkan ILO dan dipergunakan sebagai sumber informasi utama dalam pelatihan kecakapan hidup. Perangkat ini merupakan perangkat pelatihan interaktif yang dapat dipergunakan untuk beragam sasaran: untuk anak, remaja dan keluarga dan khususnya diperlukan bagi mereka yang berisiko secara sosial, ekonomi atau eksploitasi seksual termasuk pekerja anak.

Perangkat ini terdiri dari 10 modul, yang berawal dari informasi dan kegiatan mengenai kesadaran akan identitas diri, dilanjutkan dengan hak asasi manusia, penyelesaian masalah dan keterampilan sosial, hubungan remaja, kesehatan, dan pengambilan keputusan sebagai pekerja. Berbeda dari perangkat pelatihan lainnya, dalam 3-R Kit para pelatih dapat memilih subyek dan kegiatan yang sesuai dengan karakteristik dari grup sasaran. Para pelatih pun dapat memodifikasi isi sesuai dengan kebutuhan peserta yang dirancang untuk berbagai usia: anak-anak dari 10-14 tahun, remaja dari 15-24 tahun, dan dewasa usia 25 tahun ke atas.

Selanjutnya, pelatihan teknik menjahit merupakan salah satu dari berbagai pelatihan kejuruan dan keterampilan yang diselenggarakan ILO-IPEC bersama dengan para mitranya. ILO-IPEC telah bekerjasama dengan Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk memberikan pelatihan kejuruan bagi mantan pekerja anak melalui Balai Latihan Kerja (BLK). ILO-IPEC juga membantu Kementerian Tenaga Kerja untuk mengadaptasi kurikulum dan modul mengenai pelatihan keterampilan sesuai dengan kebutuhan mantan pekerja anak dan pelatihan bagi para instruktur BLK guna memastikan pelaksanaan pelatihan yang efektif.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Arum Ratnawati
Kepala Penasihat Teknis ILO-IPEC
Tel.: +6221 391 3112 ext. 122

Email

Gita Lingga
Humas
Tel.: +6221 3913112 ext. 115
Email