Dampak kami, suara mereka

Menjadikan pembelajaran digital lebih menarik dan informatif dengan adiwacana

Salah satu keterampilan yang dapat menunjang keberhasilan seorang instruktur sebagai pendidik adalah kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking. Pelatihan ILO dan Kementerian Ketenagakerjaan pun menjadikan kemampuan ini sebagai bagian dari pembelajaran daring para instruktur Balai Latihan Kerja (BLK).

Feature | Jakarta, Indonesia | 22 March 2021
Muhammad Ikramsyah Putra, 36 tahun, berulang-ulang mengulang tiga kata pendek: Kuaci, cakwe dan chakra. “Ini merupakan bagian dari pelatihan artikulasi kata,“ ujar Ikram, ia biasa dipanggil, menjelaskan mengapa ia berulangkali mengulang ketiga kata tersebut.

Muhammad Ikramsyah Putra, instruktur dari BLK Maritim Sabang, Aceh
Pelatihan artikulasi kata ini merupakan bagian dari kelas pelatihan adiwacana (public speaking). Artikulasi kata yang tepat merupakan kunci kejelasan penyampaian materi pelatihan, terutama saat dilakukan secara daring.

Perubahan yang paling mendasar adalah semangat yang terpompa kembali. Saya menjadi lebih yakin terhadap kemampuan saya untuk memberikan pembelajaran digital dengan cara yang lebih menarik dan informatif bagi para siswa."

Muhammad Ikramsyah Putra
Kelas adiwacana ini merupakan bagian dari pelatihan membuat konten dan penyampaian pembelajaran secara daring bagi 180 instruktur Balai Latihan Kerja (BLK) yang dilakukan oleh ILO bersama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Skilvul, sebuah lembaga pelatihan pendidikan teknologi, yang diselenggarakan pada tahun lalu.

Kelas adiwacana ini mulai diberikan saat sesi pelatihan angkatan kedua berdasarkan masukan dari para peserta angkatan pertama. “Selain kemampuan teknis, kami menyadari pentingnya kemampuan berbicara di depan kamera, artikulasi kata yang jelas, serta kemampuan untuk menjelaskan dengan penggunaan intonasi yang tepat, juga penting bagi proses pengajaran dan pembelajaran secara daring,” ujar Navitri Putri Guillaume, Staf Proyek ILO untuk Perempuan dalam Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika (STEM).

Pelatihan adiwacana ini dinilai Ikram sangat bermanfaat dalam mengampu pelatihan perakitan komputer, teknis komputer dan pengoperasian sejumlah perangkat lunak di tempat ia mengajar, Balai Latihan Kerja (BLK) Maritim, Kota Sabang, Aceh. Ia juga berharap agar setiap siswanya bisa menjadi teknisi dengan sikap dan rasa yang baik saat berkomunikasi dengan klien.

“Jadi, tidak sekadar menjadi teknisi tanpa kemasan tapi juga punya kemampuan untuk menjalin komunikasi,” ujar lulusan pascasarjana Ritsumeikan University, Jepang. Ia pun merasakan perubahan besar dalam dirinya. “Perubahan yang paling mendasar adalah semangat yang terpompa kembali. Saya menjadi lebih yakin terhadap kemampuan saya untuk memberikan pembelajaran digital dengan cara yang lebih menarik dan informatif bagi para siswa.”

Ira Hendina Putri, instruktur BLK Jawa Barat
Perasaan yang sama juga dirasakan oleh Ira Hendina Putri, 33 tahun. Kelas pelatihan adiwacana mampu meningkatkan kepercayaan dirinya. Bekal ilmu selama pelatihan membuat Ira makin yakin dengan transformasi pelatihan daring yang kini sudah dipraktikkannya.

“Saya menjadi jauh lebih percaya diri. Ketika mengajar di kelas daring pun saya merasa nyaman meski harus berbicara sendiri di depan kamera,” ungkap Ira.

Pelatihan adiwacana ini membantu saya memberikan pelajaran Bahasa Inggris bagi para siswa dengan lebih efektif. Apa yang lebih penting dari artikulasi, intonasi dan pengucapan saat belajar Bahasa? Ini akan sangat membantu siswa saya untuk lebih mudah menerapkan secara praktis apa yang mereka pelajari."

Ira Hendina Putri
Ira merupakan seorang instruktur dengan spesialisasi Bahasa Inggris di BLK Pekerja Migran Indonesia, Jawa Barat. Saat awal pandemi COVID-19 melanda, Ira sudah berpikir untuk melakukan transformasi pelatihan daring. Ia lalu membuat rencana pelatihan “English Online Class.”

Pucuk dicinta ulam tiba. Ia berkesempatan mengikuti pelatihan pembuatan konten dan penyampaian pelatihan online termasuk di dalamnya kelas adiwacana dan produksi video. Selain membantu Ira menjadi lebih baik dalam menyampaikan pelatihan, ilmu berbicara di depan umum ini juga membantu perannya sebagai pembawa acara konten media sosial di BLK tempatnya bekerja. Kelas produksi video mengajarkan berbagai teknik termasuk teknik pencahayaan, juga membantunya dalam melakukan transformasi pelatihan daring.

Dengan tutur kata yang jelas, intonasi yang sesuai dan penggunaan kata-kata yang informatif, Ira langsung menerapkan apa yang ia pelajari saat memberikan pelatihan Bahasa Inggris secara online bagi para calon pekerja migran Indonesia.

“Pelatihan adiwacana ini membantu saya memberikan pelajaran Bahasa Inggris bagi para siswa dengan lebih efektif. Apa yang lebih penting dari artikulasi, intonasi dan pengucapan saat belajar Bahasa? Ini akan sangat membantu siswa saya untuk lebih mudah menerapkan secara praktis apa yang mereka pelajari,” ungkap Ira.

Kegiatan ini dilakukan ILO melalui Program Kesiapan dan Pengembangan Angkatan Kerja Perempuan dalam STEM yang didanai oleh J.P. Morgan Chase Foundation dan berupaya memberikan pelatihan bagi kaum perempuan di Thailand, Indonesia dan Filipina untuk keterampilan non-teknis dan teknis terkait STEM, kemampuan kerja dan kepemimpinan.